Jumat, 08 Januari 2016

Wide Area Network (WAN)



Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas. Jarak yang luas membuat WAN sangat cocok digunakan untuk  menghubungkan antar kota, Negara bahkan Benua. Teknologi WAN menggunakan berbagai macam Transmisi diantaranya seperti telepon, kabel bawah laut ataupun satelit. Kecepatan dari sebuah WAN beragam mulai dari 2 Mbps sampai 625 Mbps. Kecepatan dari sebuah WAN dapat dipengaruhi oleh desain, hardware yang digunakan atau jenis transmisi yang digunakan.
A.      Peralatan dan teknologi WAN

Peralatan WAN ialah perangkat keras yang digunakan untuk sebuah Jaringan WAN. Dalam membangun Jaringan WAN dibutuhkan perangkat seperti perangkat sebagai sebuah penghubung jaringan maupun sebagai penghantar sinyal. Berikut daftar Peralatan WAN  :

1.       PC / Laptop


Dalam sebuah Jaringan WAN PC / Laptop digunakan untuk memanajemen Server selain itu dapat menjadi sebuah Client.

2.       NIC (Network Interface Card)

NIC sebenarnya menyatu dalam sebuah PC karena fungsi dari NIC yaitu menghubungan antara PC/Laptop agar dapat terhubung ke Jaringan sesuai dengan konfigurasi dari Server.

3.       Kabel TP (Twisted Pair)



Kabel Twisted Pair memiliki 2 jenis kabel yaitu :

·         UTP (Unshielded Twisted Pair)
·         STP (Shielded Twisted Pair)

Kedua jenis kabel TP itu dapat digunakan dan ingin menggunakan yang mana tidak masalah. Fungsi dari Kabel TP ialah menghubungkan antara Access Point dengan Komputer Server.

4.       Antena




Terdapat 2 jenis umum Antena yang digunakan untuk WAN yaitu Antena Omni dan Antena Grid. Antena Omni biasanya digunakan untuk memperluas Area Coverage Sinyal secara 360 derajat dari WAN. Dalam sebuah jarinngan WAN Antena Grid digunakan untuk mengarahkan sinyal Wireless dan alat yang digunakan untuk melakukan koneksi point to point maupun point to multipoint.

5.      Access Point



Dalam sebuah jaringan Access a memancarkan Point berfungsi memancarkan koneksi data melalui Gelombang Radio (Wi-Fi) ke Client dan pengatur Jairngan. Access Point dan antena Omni sebenarnya sama-Sama memancarkan koneksi Data namun jangkauan dari sebuah AP lebih kecil sehingga untuk memperluas jangkauan pancaran Koneksi Data digunakanlah sebuah Antena Omni.

B.      Standar WAN



WAN menggunakan hanya ISO Layer 1 dan Layer 2 saja. Standar WAN umumnya menggambarkan metode layer 1 dan kebutuhan layer 2 termasuk alamat fisik dan Aliran Data. Berikut ini adalah yang mengatur standar WAN :

1.       Internatinal Telecomunication Union - Telecomunication Standarization Sector (ITU-T)
2.       Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
3.       International Organization for Standarization (ISO)
4.       International Engineering Task Force (IETF)
5.       Electronics Indutries Assocation (EIA)


C.      Akses WAN




Akses WAN tentunya terdapat kaitannya dengan Frame Relay. Frame Relay adalah Protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Frame Relay berjalan layer fisik dan layer data link. Selain itu Frame Relay dapat diartikan sebagai perangkat komunikasii data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan Multipoint WAN. Frame Relay membagi informasi menjadi frame atau paket. Dari frame-frame itu masing-masing memiliki alanat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame tersebut akan melewati sitch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “Virtual Circuit” sampai tujuan. 

Rabu, 05 Agustus 2015

Subnetting Jaringan





Hai Hallo ! 

Dalam kesempatan kali ini SlameT Riyadi memposting tentang Subnetting. Subnet adalah pembagian secara yang terlihat secara fisik dari IP jaringan. Sedangkan subnetting yaitu teknik untuk membagi jaringan menjadi dua atau lebih. Semua komputer yang terhubung dalam sauatu jaringan harus memiliki alamat IP atau yang biasa disebut IP Address. IP Address adalah deretan angka binner 32 -64 bit yang digunakan untuk memberikan identitas / alamat dalam suatu jaringan. IP Address dibagi menjadi 2 yaitu IPv4 (IP Address versi 4) dan IPv6 (IP Address versi 6) yang berbasis TCP/IP. Perbedaan antara IPV 4 dengan IPV 6 yaitu terletak pada panjang alamat. IPV 4 memiliki panjang alamat sebesar 32 bit sedangkan IPV 6 memiliki Panjang alamat 128 bit. Jumlah total host yang dapat digunakan di IPV 4 mencapai 4 milliar host sedangkan IPV 6 mencapai 2128  host. IP Address juga terbagi dalam beberapa kelas yaitu A, B, C, D, dan E. Format IP Address adalah sebagai berikut :


Kelas Alamat                Subnet Mask (Biner)                   Subnet Mask (Desimal)

Kelas A          11111111.00000000.00000000.00000000   255.0.0.0 /8
Kelas B          11111111.11111111.00000000.00000000   255.255.0.0 /16
Kelas C          11111111.11111111.11111111.00000000   255.255.255.0 /24

NP : 
  • Untuk Kelas D dan E  jarang dipakai karena tidak memiliki jumlah host artinya jika menggunakan Format IP D dan E hanya cukup untuk ip network dan ip broadcast
  • Untuk lebih jelasnya kaitannya dengan pembagian ip dapat di sini
Keuntungan Subnetting Jaringan :


  • Dapat mengetahui jumlah Subnet
  • Dapat mengetahui jumlah host dalam setiap subnet
  • Pengelolaan yang mudah
  • Pengaturan Lalu Lintas
Nah dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penggunaan subnetting jaringan yaitu untuk membatasi lalu lintas yang berkaitan dengan pertukaran informasi. Dalam tiap komputer sudah memiliki alamat sendiri sehingga dapat dengan mudah untuk berbagi data dalam satu jaringan. 




Sumber Referensi :